Senin, 01 Februari 2016

NEW

Read More

Jumat, 01 Januari 2016



KPKers, kpkers malaysia, event kepenulisan, TKI Malaysia, dunia literasi malaysia,


Menyambut tahun baru 2016, Komunitas Penulis Kreatif-Malaysia mengadakan event menulis. Event perdana ini bermaksud mengajak Warga Negara Indonesia yang tinggal di negeri jiran (Malaysia) untuk menulis cerpen dan puisi. Naskah terpilih akan dibukukan.
Syarat dan ketentuan:
1. WNI yang berada di Malaysia.
2. Bergabung dengan grup Komunitas Penulis Kreatif- Malaysia.https://m.facebook.com/groups/864649006938762
3. Membagikan info ini ke wall facebook dan men-tag teman-teman WNI yang tinggal di Malaysia.
4. Naskah asli karya sendiri (No plagiasi). Ditulis dengan bahasa Indonesia sesuai EYD.
5. Cerpen/Puisi tema bebas (tidak mengandung unsur SARA & pornografi).
6. Setiap peserta dibolehkan mengirim cerpen maksimal 2 judul & puisi maksimal 3 judul.
7. Sertakan biodata narasi penulis maksimal 50 kata.
8. Tulis di badan email lalu Kirim naskah ke kpkers.my@gmail.com dengan subjek EPM_KPKersMy_Cerpen/Puisi_NamaPenulis_JudulNaskah. Contoh: EPM_KPKersMy_Cerpen_WiwikArifin_JatuhCintaLagi. (Tidak ada revisi via email)
9. Kirim naskah sobat sebelum tanggal 10 Februari 2016 jam 23:59 waktu Malaysia.
*Boleh juga tulis karya di wall grup Komunitas Penulis Kreatif-Malaysia dengan hastag ‪#‎EPM_Puisi‬ untuk naskah puisi dan ‪#‎EPM_Cerpen‬untuk karya berupa cerpen. (Boleh disunting sebelum DL)
Hadiah
-Naskah yang terpilih akan dibukukan
-Naskah terbaik (Cerpen 1 & Puisi 1) mendapatkan hadiah buku yang dibukukan & Sertifikat Cetak
Salam pena kreatif,
PJ Event: KPKersMy
Juri: TimKPKers

Event Perdana 2016 KPKers Malaysia

Read More

Kamis, 16 Juli 2015

HAMPA

akibat iseng, luthfiya, zeal, fraught zeal, kpkers, komunitas penulis kreatif, indonesian writers community, penulis kreatif, aceh, aceh utara, penulis, writers, web content, writing consultant, jasa kepenulisan, cerpen, short story, fiksi


*****

Ini sunyi yang kesekian
Kudengar tangis hati ini meluap
Merambahi kornea
Aku menyebutnya hampa ....

Sepasang sandal usang
Lirih berbisik di tengah lorong waktu
Tentang sepenggal kekosongan
Bagai hembusan angin yang kaku

Setapak demi setapak
Menyusuri jauh ke dalam sepi
Dan kehampaan sesungguhnya ada di dalam luka hati
Sebab perih yang tak terperi
Dari sebuah kehilangan yang tak terganti.

(FZeal)


*****

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------

FZeal, lahir di Aceh Utara pada tahun 1994. Penikmat sastra ini mulai berteman dengan pena semenjak perkenalannya dengan hobi membaca. Moto hidupnya adalah HIDUP adalah tentang bagaimana kita akan MATI. Kontak FB: FZeal






------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Puisi "Hampa" karya: FZeal

Read More

BMI MULIA, PEMBURU HIDAYAH

Aktivitas, Article, Artikel, bahasa daerah, bakti untuk negeri, bedanews.com, Berita, Berita Foto, beritasurabaya, Biografi, Biography, Bisnisekonomi, bmi, BMI HK, bmi hong kong, BMI Taiwan, Buruh Migran Indonesia, Buruh Migran Indonesia Hong Kong, Buruh Migran Indonesia Taiwan, Cerbung, Cerita Bersambung, cerita mini, Cerita Pendek, cerita singkat, cermin, cermin berantai, Cerpen, charity, cinta, diskusi kepenulisan, dunia literasi hong kong, dunia literasi taiwan, Education, event, event kepenulisan, Family, fiction, fiksi, fiksi mini, flash fiction, free writing, grup penulis, guru-guru, halalbihalal, hari ibu, hong kong, Horor, Humor, ibu penulis kreatif, ibu-ibu doyan menulis, ibu-ibu menulis, indonesia, indonesian writers, Inspirasi, Inspiration, Islam, Islami, jumari haryadi kohar, Jurnal Sastra Aksara, k+ surabaya, kabargress, kdei, kegiatan, Keluarga, kemiskinan, Kepenulisan, Kesehatan, Khanis Selasih, kjri, komunitas, komunitas penulis, komunitas penulis kreatif, kopdar, KPKers, kpkers bandung raya, KPKers HK, kpkers hong kong, KPKers Jepang, kpkers pusat, KPKers Surabaya, KPKers Taiwan, kumfikmin, lesbian, Liputan, liputan6.com, lomba, luar negeri, mahad, majalah, media, mei 2015, mgbk cimahi, minat baca, Misteri, Nasionalisme, nationalism, News, nonfiction, nonfiksi, novel, Opini, Opinion, organisasi, organization, pelatihan, pemerintah, Pendidikan, penulis, Peresmian, perpustakaan, perpustakaan desa, perpustakaan TIM Sukorejo Sidoarjo, pesantren, Poetry, Politic, Politik, psikologi, puisi, Puisisyair, Religi, Religion, sastra, sastra migran, Script Writer, seminar kepenulisan, Seni dan Budaya, Short Stories, Short Story, silaturahmi, Social, Sosial, sulam asa, surat, tabloid himpusmmi, TAIWAN, teknologi, thriller, training generasi juara, tulisan bebas, upi bandung, workshop kepenulisan, writers, Writing,

*****

Hadiah paling besar yang Allah kurniakan kepada manusia adalah hidayah. Secara bahasa, hidayah berarti petunjuk. Lawan katanya adalah “dholalah” yang berarti kesesatan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, hidayah berarti petunjuk atau bimbingan dari Tuhan.

Hidayah Allah telah diberikan sejak manusia lahir. Seorang bayi bisa menangis di saat ia merasa lapar atau tak nyaman. Padahal tidak ada yang mengajarinya untuk itu. Bayi pun akan tersenyum atau tertawa saat hatinya merasa bahagia. Hidayah Allah ini diberikan secara otomatis tanpa usaha dan permintaan dari manusia.

Hidayah Allah juga diberikan kepada manusia dalam lima organ perasa, atau biasa disebut sebagai “Panca Indra”. Allah memberi petunjuk kepada manusia untuk mampu membedakan rasa manis, pahit, asin, pedas, enak, harum, kasar, dan lain-lain. Kemampuan ini dimiliki manusia tanpa melalui proses pembelajaran.

Pada dasarnya, lahir dalam keadaan beragama Islam pun adalah termasuk hidayah. Allah memberikan jalan hidup dilengkapi dengan petunjuk yang berupa ajaran dan hukum-hukum yang  meluruskan kekeliruan yang muncul akibat akal yang lebih condong kepada nafsu. Hidayah agama ini berfungsi membimbing manusia ke jalan yang benar. Namun, hanya orang-orang yang mau mempelajari dan menghayatinya dengan sungguh-sungguh saja yang bisa meraih hidayah ini. Akan tetapi, tidak ada jaminan orang yang telah mendapat hidayah ini berakhlak benar, tidak sedikit orang yang paham tentang hukum agama, tetapi memiliki akhlak yang tidak baik.

Hidayah tertinggi yang Allah hadiahkan kepada manusia adalah hidayah yang berupa taufik. Tidak setiap manusia mendapatkan hidayah ini dengan mudah meski sudah belajar. Hidayah ini bisa didapat dengan mengamalkan hidayah agama secara sungguh-sungguh dan konsisten. Meski terasa berat di awal, tetapi setiap kebaikan yang dilakukan dengan istiqamah dengan niat yang  lurus disertai dengan penuh keyakinan bahwa semua yang dilakukan semata-mata demi mengharap rida Allah. Semua hidayah yang telah Allah beri sebelumnya perlu digunakan secara keseluruhan, hidayah panca indra untuk merasakan kebesaran Allah melalui keunikan ciptaan-ciptaan-Nya, alam raya beserta isinya. Seseorang yang telah diberi hidayah taufik, dia akan semakin mencintai berburu ilmu Allah, dia akan membenci semua perbuatan yang mengarah pada dosa dan murka Allah, dia juga akan mendapat bantuan dan pertolongan dari Allah dengan mudah. Karena itu dia akan selalu taat dalam melakukan semua perintah Allah, dia selalu rindu akan manisnya iman. Dia seolah takut untuk jauh dari Allah.

Sahabat Iqro yang dirahmati Allah swt., jika hidayah adalah hadiah Allah yang paling istimewa, maka tidakkah kita rindu untuk mendapatkannya? Tidakkah kita cemburu pada mereka yang telah mendapatkannya? Tidakkah kita berharap hal yang sama terjadi pada diri kita? Bukankah Allah Mahaadil dan Maha Memberi? Apa saja mungkin dan mudah bagi-Nya, termasuk memberi kita hidayah bila Dia telah berkehendak.

Lalu, sudahkah kita berusaha semaksimal mungkin untuk meraihnya? Karena hidayah itu bukan sekadar diberikan melainkan diupayakan sedemikian hingga, didapat dengan penuh perjuangan, pengorbanan, dan keikhlasan hati. Sudahkah kita ber-muhasabbah diri, bertanya pada diri sendiri, layakkah saya mendapat hidayah-Mu, Ya Rabb?

“Hidayah itu saya dapat tanpa sengaja.” Atik, seorang BMI yang saat itu bekerja pada keluarga majikan di daerah Tin Shui Wai, membuka percakapan. “Waktu itu saya iseng ikut duduk di sekumpulan BMI yang menggelar acara pengajian yang di kawasan Srikandi, Yuen Long. Kondisi saya yang masih dalam masa potong gaji, membuat saya enggan untuk menghabiskan libur di lain tempat. Namun, karena saat itu penampilan saya sangat tidak sopan, rok mini dans epatu boot, saya sempat tidak diterima gabung, tetapi ada seorang mbak yang kemudian meminjami saya kerudung dan baju sopan. Sejak saat itu, saya rutin mengikuti pengajian.”

Hidayah, bagi Atik adalah sesuatu peringatan yang membuat kita sadar untuk menjadi lebih baik. Hidayah itu tidak mengenal waktu, ia bisa datang kapan saja tanpa kita duga. Menurutnya menjadi insan yang lebih baik dari sebelumnya baru bisa disebut sebagai manusia yang telah mengalami perubahan dalam hidupnya.

Atik pun sempat menuturkan ketika awal datang di Hong Kong, dia terjebak gaya hidup tomboy dan penyuka sesama jenis. Kehidupan malam, keluar-masuk bar juga pernah dijalaninya. Dia juga sempat menjelajah dunia perjudian selama tinggal di Makau. Sekarang, Atik aktif mengikuti pengajian ustaz-ustazah yang sering digelar di Hong Kong dan mengikuti pelajaran Bahasa Arab di Masjid Amar Wanchai untuk menjaga dirinya tetap istiqamah setelah diberi petunjuk jalan yang benar oleh Allah.

Alquran dan Sunnah jug adalah sumber hidayah yang terbesar. Ilmu yang terkandung di dalamnya adalah cahaya yang menunjukkan arah ke mana hidup kita. Tidak ada satu hal pun yang terkandung, tersurat dan tersirat melainkan untuk memberi petunjuk kepada manusia jalan yang benar dan lurus. Kewajiban membaca, mempelajari dan mengamalkannya adalah upaya untuk mendapatkan hidayah taufik.

Jadi, sahabat Iqro sekalian, jangan lagi malas menunaikan perintah Allah dengan dalih belum mendapat hidayah-Nya. Karena sejatinya hidayah itu dicari bukanh anya diharap-harapkan datang dengan sendiri. Allah tidak akan mengubah nasib kita sebelum kita sendiri yang berusaha semaksimal mungkin untuk mengubahnya. Banyak cara bisa kita tempuh untuk mendapatkan hadiah hidayah. Banyak belajar, banyak bertanya, dan banyak mendengar kisah-kisah dari mereka yang telah mengalami manis-pahitnya perjuangan sebelum mencapai nikmatnya kedekatan dengan Sang Pencipta. Tekun berusaha dan jangan sesekali berputus asa dari rahmat-Nya. Tingkatkan amalan-amalan yang mendatangkan berkah-Nya. Perbanyak doa-doa merayu dan memuji keagungan-Nya. Kuatkan keyakinan dalam dada, bahwa kita pun berhak mendapat hadiah Allah, hidayah taufik.

Semoga Allah menjadikan kita hamba yang istiqamah dan tetap lurus berpegang pada tali-Nya yang  kokoh.

Semangat menjemput hidayah Allah ya sahabat tercinta!




*****
Korektor: Adrie Noor
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------


Nama saya ETI YUNANING. Nama pena saya adalah "Ning Sehati". Nama akun FB dan twitter saya "Ning Sehati".  Selain tercatat sebagai mahasiswi Universitas Terbuka Indonesia HK, saya seorang ibu rumah tangga dengan 3 anak yang saat ini saya bertugas sebagai trainer bahasa asing di sebuah balai pelatihan di kawasan industri Porong, Jawa Timur. Hobi saya dari dulu membaca dan menulis, selain itu saya juga menyukai traveling.


------------------------------------------------------------------------------------------------------------


"BMI Mulia, Pemburu Hidayah" karya: Ning Sehati

Read More

SAJAK UNTUK BILA


Aktivitas, Article, Artikel, bahasa daerah, bakti untuk negeri, bedanews.com, Berita, Berita Foto, beritasurabaya, Biografi, Biography, Bisnisekonomi, bmi, BMI HK, bmi hong kong, BMI Taiwan, Buruh Migran Indonesia, Buruh Migran Indonesia Hong Kong, Buruh Migran Indonesia Taiwan, Cerbung, Cerita Bersambung, cerita mini, Cerita Pendek, cerita singkat, cermin, cermin berantai, Cerpen, charity, cinta, diskusi kepenulisan, dunia literasi hong kong, dunia literasi taiwan, Education, event, event kepenulisan, Family, fiction, fiksi, fiksi mini, flash fiction, free writing, grup penulis, guru-guru, halalbihalal, hari ibu, hong kong, Horor, Humor, ibu penulis kreatif, ibu-ibu doyan menulis, ibu-ibu menulis, indonesia, indonesian writers, Inspirasi, Inspiration, Islam, Islami, jumari haryadi kohar, Jurnal Sastra Aksara, k+ surabaya, kabargress, kdei, kegiatan, Keluarga, kemiskinan, Kepenulisan, Kesehatan, Khanis Selasih, kjri, komunitas, komunitas penulis, komunitas penulis kreatif, kopdar, KPKers, kpkers bandung raya, KPKers HK, kpkers hong kong, KPKers Jepang, kpkers pusat, KPKers Surabaya, KPKers Taiwan, kumfikmin, lesbian, Liputan, liputan6.com, lomba, luar negeri, mahad, majalah, media, mei 2015, mgbk cimahi, minat baca, Misteri, Nasionalisme, nationalism, News, nonfiction, nonfiksi, novel, Opini, Opinion, organisasi, organization, pelatihan, pemerintah, Pendidikan, penulis, Peresmian, perpustakaan, perpustakaan desa, perpustakaan TIM Sukorejo Sidoarjo, pesantren, Poetry, Politic, Politik, psikologi, puisi, Puisisyair, Religi, Religion, sastra, sastra migran, Script Writer, seminar kepenulisan, Seni dan Budaya, Short Stories, Short Story, silaturahmi, Social, Sosial, sulam asa, surat, tabloid himpusmmi, TAIWAN, teknologi, thriller, training generasi juara, tulisan bebas, upi bandung, workshop kepenulisan, writers, Writing, adrie noor



*****

Bila hujan mempertemukan
Akan ku peluk kala  malam mulai dingin
Bila pelangi mulai nampak
Aku ingin menari diantara ribuan cahaya
Bila embun menetes pelan
Akan ku  simpan dengan lembut
Bila air mata menetes
Aku kugantikan kasih sayang tanpa alasan
Bila bahasa adalah keindahan
Akan kujadikan puisi pada bait-bait panjang

Cinta adalah penerimaan  tulus
Ia tak  meminta datang atau  pergi tanpa jawaban

Cinta adalah resonansi dua hati dari sang perindu
Anugerah  bagi dua jiwa dalam penerimaan
Mencintai lalu mencintai lagi!


*****
---------------------------------------------------------------------------------------------------------


Nani Arifin gadis yang menyukai dunia literasi sejak duduk dibangku SMA, dan memiliki kecintaan pada puisi, saat ini berada di Semarang dan sedang belajar Seni Budaya bersama anak-anak yang masih duduk di bangku SMP.



 ---------------------------------------------------------------------------------------------------------

"Sajak Untuk Bila" karya: Nani Arifin

Read More

Rabu, 15 Juli 2015

BEBAS


Aktivitas, Article, Artikel, bahasa daerah, bakti untuk negeri, bedanews.com, Berita, Berita Foto, beritasurabaya, Biografi, Biography, Bisnisekonomi, bmi, BMI HK, bmi hong kong, BMI Taiwan, Buruh Migran Indonesia, Buruh Migran Indonesia Hong Kong, Buruh Migran Indonesia Taiwan, Cerbung, Cerita Bersambung, cerita mini, Cerita Pendek, cerita singkat, cermin, cermin berantai, Cerpen, charity, cinta, diskusi kepenulisan, dunia literasi hong kong, dunia literasi taiwan, Education, event, event kepenulisan, Family, fiction, fiksi, fiksi mini, flash fiction, free writing, grup penulis, guru-guru, halalbihalal, hari ibu, hong kong, Horor, Humor, ibu penulis kreatif, ibu-ibu doyan menulis, ibu-ibu menulis, indonesia, indonesian writers, Inspirasi, Inspiration, Islam, Islami, jumari haryadi kohar, Jurnal Sastra Aksara, k+ surabaya, kabargress, kdei, kegiatan, Keluarga, kemiskinan, Kepenulisan, Kesehatan, Khanis Selasih, kjri, komunitas, komunitas penulis, komunitas penulis kreatif, kopdar, KPKers, kpkers bandung raya, KPKers HK, kpkers hong kong, KPKers Jepang, kpkers pusat, KPKers Surabaya, KPKers Taiwan, kumfikmin, lesbian, Liputan, liputan6.com, lomba, luar negeri, mahad, majalah, media, mei 2015, mgbk cimahi, minat baca, Misteri, Nasionalisme, nationalism, News, nonfiction, nonfiksi, novel, Opini, Opinion, organisasi, organization, pelatihan, pemerintah, Pendidikan, penulis, Peresmian, perpustakaan, perpustakaan desa, perpustakaan TIM Sukorejo Sidoarjo, pesantren, Poetry, Politic, Politik, psikologi, puisi, Puisisyair, Religi, Religion, sastra, sastra migran, Script Writer, seminar kepenulisan, Seni dan Budaya, Short Stories, Short Story, silaturahmi, Social, Sosial, sulam asa, surat, tabloid himpusmmi, TAIWAN, teknologi, thriller, training generasi juara, tulisan bebas, upi bandung, workshop kepenulisan, writers, Writing, adrie noor



***** 

Kau bebas ...
Kau lepas ...
Kau pilih sesukamu
Kau makan semua yang bukan hakmu
Kau rakus!

Aku tidak!
Aku terikat aturan Tuhan
Kubuka mata lebar-lebar
Kurentangkan tangan
Sejuk, nyaman, tenang, senang yang kurasa

Tuhan, kagumku pada-MU
Tak bisa kupendam diam
Kunikmati setiap nikmat yang KAU jatuhkan
Jatuh tepat pada gundukan hati yang lalai
Lalai bersyukur, lalai mensyukuri nikmat-MU
Tuhan, ampunkanlah aku, bersujud aku mendekat pada-MU

Taiwan, 22 Juni 2015


*****
---------------------------------------------------------------------------------------------------------


Assalamualaikum. Ria Suryaningrum, lahir di sebuah desa kecil terdapat di lereng gunung. Tepatnya di Magetan Jawa Timur pada tanggal 11 Januari tahun 1993 silam. Ria tercatat sebagai alumni siswa SMA N 1 PARANG, Magetan, Jawa Timur pada tahun ajaran 2011, jurusan IPA. 

Kecintaannya pada dunia tulis sudah sejak ia duduk di bangku SMP, ia bercita-cita menjadi seorang wartawan, ia juga berkeinginan melanjutkan kuliah. Namun, saat itu tak cukup biaya untuk melanjutkan cita-citanya. Ria memutuskan pergi bekerja ke luar negeri, Taiwan tujuannya. Dan di sana ia menemukan sebuah komunitas yang dianggapnya dapat mengembangkan hobinya menulis, bergabunglah ia dengan KPKers Taiwan. Sejak itu ia rajin belajar sastra dan kepenulisan, namun ia masih membutuhkan kritik dan saran untuk menunjang kemajuannya dalam menulis. Kritik dan saran dapat di kirim melalui email rrssnn0@gmail.com atau via facebookriariciz. Terima kasih. SALAM PENA!!

 ---------------------------------------------------------------------------------------------------------

Puisi "Bebas" karya: Ria Suryaningrum

Read More

AYAH


Aktivitas, Article, Artikel, bahasa daerah, bakti untuk negeri, bedanews.com, Berita, Berita Foto, beritasurabaya, Biografi, Biography, Bisnisekonomi, bmi, BMI HK, bmi hong kong, BMI Taiwan, Buruh Migran Indonesia, Buruh Migran Indonesia Hong Kong, Buruh Migran Indonesia Taiwan, Cerbung, Cerita Bersambung, cerita mini, Cerita Pendek, cerita singkat, cermin, cermin berantai, Cerpen, charity, cinta, diskusi kepenulisan, dunia literasi hong kong, dunia literasi taiwan, Education, event, event kepenulisan, Family, fiction, fiksi, fiksi mini, flash fiction, free writing, grup penulis, guru-guru, halalbihalal, hari ibu, hong kong, Horor, Humor, ibu penulis kreatif, ibu-ibu doyan menulis, ibu-ibu menulis, indonesia, indonesian writers, Inspirasi, Inspiration, Islam, Islami, jumari haryadi kohar, Jurnal Sastra Aksara, k+ surabaya, kabargress, kdei, kegiatan, Keluarga, kemiskinan, Kepenulisan, Kesehatan, Khanis Selasih, kjri, komunitas, komunitas penulis, komunitas penulis kreatif, kopdar, KPKers, kpkers bandung raya, KPKers HK, kpkers hong kong, KPKers Jepang, kpkers pusat, KPKers Surabaya, KPKers Taiwan, kumfikmin, lesbian, Liputan, liputan6.com, lomba, luar negeri, mahad, majalah, media, mei 2015, mgbk cimahi, minat baca, Misteri, Nasionalisme, nationalism, News, nonfiction, nonfiksi, novel, Opini, Opinion, organisasi, organization, pelatihan, pemerintah, Pendidikan, penulis, Peresmian, perpustakaan, perpustakaan desa, perpustakaan TIM Sukorejo Sidoarjo, pesantren, Poetry, Politic, Politik, psikologi, puisi, Puisisyair, Religi, Religion, sastra, sastra migran, Script Writer, seminar kepenulisan, Seni dan Budaya, Short Stories, Short Story, silaturahmi, Social, Sosial, sulam asa, surat, tabloid himpusmmi, TAIWAN, teknologi, thriller, training generasi juara, tulisan bebas, upi bandung, workshop kepenulisan, writers, Writing, adrie noor



***** 

Kau bagai pelita dalam gelap gulitaku
Elok, merdu suaramu bak penenang di gemuruh riuh angin badai
Kalimat indahmu, kau lantunkan dalam bisuku
Memecah sunyi, senyap, sepiku
Hingga kucium, aroma kasturi dari mata seorang Adam

Namun kini
Aku tak tahu lagi, kapan terakhir kali aku memelukmu
Air racun Jingga kini tumpah di kedua netraku
Hidupku petang, gelap setelah kepergianmu

Ayah, mengapa kau pergi?
Kau lari dari tanggung jawabmu
Kau lari ke pangkuan wanita simpananmu
Dia, tak lebih dari wanita penggoda di pinggir jembatan!
Jangan! Jangan kau kembali, aku tak butuh lagi!
Ayah, jika di sana bahagiamu, pergilah!
Ku izinkan kau bahagia, yang kusebut itu adalah luka

Taiwan, 22 Juni 2015 

*****
---------------------------------------------------------------------------------------------------------


Assalamualaikum. Ria Suryaningrum, lahir di sebuah desa kecil terdapat di lereng gunung. Tepatnya di Magetan Jawa Timur pada tanggal 11 Januari tahun 1993 silam. Ria tercatat sebagai alumni siswa SMA N 1 PARANG, Magetan, Jawa Timur pada tahun ajaran 2011, jurusan IPA. 

Kecintaannya pada dunia tulis sudah sejak ia duduk di bangku SMP, ia bercita-cita menjadi seorang wartawan, ia juga berkeinginan melanjutkan kuliah. Namun, saat itu tak cukup biaya untuk melanjutkan cita-citanya. Ria memutuskan pergi bekerja ke luar negeri, Taiwan tujuannya. Dan di sana ia menemukan sebuah komunitas yang dianggapnya dapat mengembangkan hobinya menulis, bergabunglah ia dengan KPKers Taiwan. Sejak itu ia rajin belajar sastra dan kepenulisan, namun ia masih membutuhkan kritik dan saran untuk menunjang kemajuannya dalam menulis. Kritik dan saran dapat di kirim melalui email: rrssnn0@gmail.com atau via facebook: riariciz. Terima kasih. SALAM PENA!!

 ---------------------------------------------------------------------------------------------------------

Puisi "Ayah" karya: Ria Suryaningrum

Read More

Copyright © Komunitas Penulis Kreatif | Designed With By Blogger Templates
Scroll To Top